Interpretasi Tekstual dalam Memahami Hadith
DOI:
https://doi.org/10.66090/fiqhulhadits.v4i01.60Abstrak
Artikel ini mengkaji interpretasi tekstual (al-tafsīr al-naṣṣī) dalam memahami hadith, yaitu metode yang menitikberatkan pada makna lahiriah teks hadith sebagai dasar fiqh al-hadith. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) bersifat deskriptif-analitis, kajian ini menelusuri pengertian, landasan epistemologis, karakteristik, ruang lingkup penerapan, serta contoh-contoh interpretasi tekstual, sekaligus membandingkannya dengan pendekatan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa interpretasi tekstual berpijak pada epistemologi bayānī yang mengutamakan analisis kebahasaan dan gramatikal (lughawī) atas teks hadith tanpa banyak merujuk pada latar belakang historis (asbāb al-wurūd). Pendekatan ini paling relevan diterapkan pada hadith berkategori jawāmiʾ al-kalām—ungkapan ringkas namun padat makna yang merupakan ciri khas tutur kenabian. Meski memberikan kejelasan, konsistensi, dan kemudahan penerapan, terutama untuk hukum (ahkām) yang bersifat eksplisit dan universal, keterbatasan utamanya terletak pada potensi terlepasnya ruh hadith dari dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang. Artikel ini menyimpulkan bahwa interpretasi tekstual tetap menjadi langkah awal yang tidak terpisahkan dalam fiqh al-hadith, namun perlu dilengkapi dengan pendekatan kontekstual (analisis asbāb al-wurūd dan maqāşid al-sharīʿah) agar menghasilkan pemahaman yang komprehensif, dinamis, dan relevan terhadap sunnah Nabi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Achmad Wildan Khoerun Nahar, Rachiel Izza Naqiya, Husairi Fathurrahman

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







