Analisis Hadis Kaum Lūṭ dan Larangan Pernikahan Sesama Jenis melalui Hermeneutika Fazlur Rahman

Penulis

  • Nichatus Sholikhah UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
  • Sulafah Deifa Fazaroh Adhellia UIN Sunan Ampel Surabaya

Abstrak

Isu legalitas pernikahan sesama jenis menjadi perdebatan penting dalam hukum Islam kontemporer, terutama ketika dihadapkan pada ketentuan normatif mengenai larangan perilaku kaum Lūṭ dalam hadis. Penelitian ini menganalisis hadis-hadis tentang amal qawm Lūṭ melalui pendekatan hermeneutika double movement Fazlur Rahman untuk menelusuri ideal moral yang dikandungnya dan relevansinya terhadap larangan pernikahan sesama jenis. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan kritik sanad–matan, analisis tematik hadis, serta rekonstruksi konteks historis dan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan terhadap perilaku kaum Lūṭ tidak ditujukan pada identitas seksual modern, melainkan pada pola perilaku seksual yang agresif, koersif, dan merusak tatanan keluarga dan masyarakat. Melalui kerangka double movement, penelitian ini mengidentifikasi tiga ideal moral utama—ḥifẓ al-nasl, ḥifẓ al-‘ird, dan ḥifẓ al-mujtama‘—yang menjadi dasar normatif larangan tersebut. Ideal moral ini secara konsisten mengarahkan kesimpulan bahwa pernikahan sesama jenis tidak dapat dilembagakan dalam kerangka fikih keluarga Islam yang mensyaratkan relasi laki-laki dan perempuan sebagai syarat esensial bagi keberlanjutan keturunan. Temuan ini sejalan dengan konstruksi hukum keluarga di Indonesia yang mempertahankan struktur heteroseksual sebagai dasar legalitas perkawinan.

Kata Kunci: Hadis Kaum Lūṭ, Double Movement, Liwāṭ, Perkawinan Sesama Jenis, Maqāṣid.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-30

Cara Mengutip

Nichatus Sholikhah, & Sulafah Deifa Fazaroh Adhellia. (2025). Analisis Hadis Kaum Lūṭ dan Larangan Pernikahan Sesama Jenis melalui Hermeneutika Fazlur Rahman. FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits Dan Hukum Islam, 3(2), 95–108. Diambil dari https://jurnal.mahadalygenggong.ac.id/index.php/jmag/article/view/48