FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam
https://jurnal.mahadalygenggong.ac.id/index.php/jmag
<table width="642"> <tbody> <tr> <td width="142"> <p><strong><sub>JURNAL TITLE</sub></strong></p> </td> <td width="492"> <p><sub>FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam</sub></p> </td> </tr> <tr> <td width="142"> <p><strong><sub>FREQUENCY</sub></strong></p> </td> <td width="492"> <p><sub>TWO ISUES FOR YEAR (FEBRUARI AND AGUSTUS)</sub></p> </td> </tr> <tr> <td width="142"> <p><strong><sub>ONLINE ISSN</sub></strong></p> </td> <td width="492"> <p><sub><a href="https://drive.google.com/file/d/1t1xBHRV6v340UdHHOxuTlQP_GP4VlEws/view">2986-2434</a></sub></p> </td> </tr> <tr> <td width="142"> <p><strong><sub>PRINT ISSN</sub></strong></p> </td> <td width="492"> <p><sub><a href="https://drive.google.com/file/d/1ICOqeS6zhbJVffMApYKZ_ERO9V48a1KN/view">2986-3961</a></sub></p> </td> </tr> <tr> <td width="142"> <p><strong><sub>SCOPE</sub></strong></p> </td> <td width="492"> <p><sub>HADIST AND ISLAMIC LAW</sub></p> </td> </tr> <tr> <td width="142"> <p><strong><sub>EDITOR IN CHIEF</sub></strong></p> </td> <td width="492"> <p><sub>Dr. IMAM SYAFI`I, M.H</sub></p> </td> </tr> <tr> <td width="142"> <p><strong><sub>PUBLICHER</sub></strong></p> </td> <td width="492"> <p><sub>MA`HAD ALY PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO</sub></p> </td> </tr> <tr> <td width="142"> <p><strong><sub>CONTACT</sub></strong></p> </td> <td width="492"> <p><sub>082237186989</sub></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Ma`had Aly PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Mempublikasikan hasil penelitian terkait hadits, ilmu hadits, dan hukum Islam dari berbagai disiplin ilmu atau interdisipliner.</p> <p>JOURNAL INDEXTED BY: [<a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/35389">GARUDA</a>, <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=ASg23ZcAAAAJ">GOOGLE SCHOLAR</a>] COLLABORATION WITH : [<a href="https://www.asilha.com/jurnal/">Asosiasi Ilmu Hadits Indonesia (ASILHA)</a>]</p> <p> </p>Mahad Aly PP Zainul Hasan Genggongid-IDFIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam2986-3961Analisis Hadis Kaum Lūṭ dan Larangan Pernikahan Sesama Jenis melalui Hermeneutika Fazlur Rahman
https://jurnal.mahadalygenggong.ac.id/index.php/jmag/article/view/48
<p>Isu legalitas pernikahan sesama jenis menjadi perdebatan penting dalam hukum Islam kontemporer, terutama ketika dihadapkan pada ketentuan normatif mengenai larangan perilaku kaum Lūṭ dalam hadis. Penelitian ini menganalisis hadis-hadis tentang <em>amal qawm Lūṭ</em> melalui pendekatan hermeneutika <em>double movement</em> Fazlur Rahman untuk menelusuri ideal moral yang dikandungnya dan relevansinya terhadap larangan pernikahan sesama jenis. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>library research</em> dengan kritik sanad–matan, analisis tematik hadis, serta rekonstruksi konteks historis dan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan terhadap perilaku kaum Lūṭ tidak ditujukan pada identitas seksual modern, melainkan pada pola perilaku seksual yang agresif, koersif, dan merusak tatanan keluarga dan masyarakat. Melalui kerangka <em>double movement</em>, penelitian ini mengidentifikasi tiga ideal moral utama—<em>ḥifẓ al-nasl</em>, <em>ḥifẓ al-‘ird</em>, dan <em>ḥifẓ al-mujtama‘</em>—yang menjadi dasar normatif larangan tersebut. Ideal moral ini secara konsisten mengarahkan kesimpulan bahwa pernikahan sesama jenis tidak dapat dilembagakan dalam kerangka fikih keluarga Islam yang mensyaratkan relasi laki-laki dan perempuan sebagai syarat esensial bagi keberlanjutan keturunan. Temuan ini sejalan dengan konstruksi hukum keluarga di Indonesia yang mempertahankan struktur heteroseksual sebagai dasar legalitas perkawinan.</p> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong>Hadis Kaum Lūṭ<em>, Double Movement, </em>Liwāṭ, Perkawinan Sesama Jenis, Maqāṣid.</p>Nichatus SholikhahSulafah Deifa Fazaroh Adhellia
Hak Cipta (c) 2026 Nichatus Sholikhah, Sulafah Deifa Fazaroh Adhellia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-08-302025-08-303295108Kepemimpinan Transformasional Dalam Pendidikan Islam (Analisis Terhadap Keteladanan Rasulullah SAW)
https://jurnal.mahadalygenggong.ac.id/index.php/jmag/article/view/50
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan transformasional dalam pendidikan Islam melalui keteladanan Rasulullah SAW berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan sirah nabawiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan metode deskriptif-analitis. Data dianalisis melalui analisis isi dan tematik terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Rasulullah SAW mencerminkan empat dimensi utama kepemimpinan transformasional, yaitu keteladanan, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian terhadap individu. Keteladanan Nabi SAW terbukti mampu mentransformasikan masyarakat secara moral, intelektual, dan sosial melalui pendekatan pendidikan yang humanis dan visioner. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model kepemimpinan transformasional berbasis keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Islam kontemporer guna meningkatkan mutu lembaga dan membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh.</p>RoviudinNadiatun NafisahWinda SakilaNahdratul Huda
Hak Cipta (c) 2026 Roviudin, Nadiatun Nafisah, Winda Sakila, Nahdratul Huda
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-08-302025-08-3032109126Negosiasi Nilai Lokal Dan Universal Dalam Praktik Kafaah: Analisis Sosiologi Hukum Islam Terhadap Tradisi Pernikahan Keluarga Kiai Di Probolinggo Dan Implikasinya Terhadap Harmoni Keluarga
https://jurnal.mahadalygenggong.ac.id/index.php/jmag/article/view/51
<p><em>Penelitian ini mengkaji praktik kafaah dalam tradisi pernikahan keluarga kiai di Kabupaten Probolinggo, dengan fokus pada negosiasi antara nilai-nilai lokal dan nilai-nilai universal Islam. Objek penelitian ini adalah keluarga-keluarga kiai yang mempertahankan praktik kafaah sebagai bagian dari sistem sosial keagamaan dalam menentukan pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana norma lokal dikonstruksikan bersama norma hukum Islam dalam membentuk keharmonisan keluarga, melalui pendekatan sosiologi hukum Islam. Keunikan (novelty) penelitian ini terletak pada identifikasi bagaimana nilai-nilai lokal dalam tradisi kafaah tidak bertentangan, tetapi justru berdialog secara dinamis dengan nilai-nilai universal Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh kiai, keluarga, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tipologi praktik kafaah: Pertama, kafaah berbasis agama dan ilmu pada keluarga pesantren keturunan Jawa; Kedua, kafaah berbasis agama dan nasab keturunan pada keluarga pesantren keturunan Madura; Ketiga, kafaah berbasis agama dan nasab kesukuan pada keluarga pesantren keturunan Arab. Meskipun terdapat variasi, seluruh keluarga Kiai menempatkan kafaah agama sebagai prinsip utama dalam pemilihan pasangan. Kesimpulannya, praktik kafaah dalam konteks ini mencerminkan proses negosiasi antara norma hukum Islam dan struktur sosial lokal yang berkontribusi pada terciptanya harmoni dan stabilitas keluarga.</em></p> <p><em> </em></p> <p> </p>Ahmad MuzakkiAchmad Fu’adAhmad Iqbal Fathoni
Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Muzakki, Achmad Fu’ad, Ahmad Iqbal Fathoni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-08-302025-08-303212714110.66090/10.66090/fiqhulhadisKontekstualisasi Hadits Nabi Tentang Publikasi Di Media Sosial
https://jurnal.mahadalygenggong.ac.id/index.php/jmag/article/view/52
<p><em>The development of the digital era has positioned social media as a primary channel for the dissemination of religious information, including hadith. This transformation provides significant opportunities for Islamic da'wah while simultaneously presenting serious challenges related to source accuracy, contextual precision, and the intention behind publication. The rapid and viral nature of social media platforms increases the risk of distortion in the meaning of hadith when not supported by proper scholarly verification. Therefore, the contextualization of hadith is essential to ensure its relevance to modern life without compromising its authenticity and established Islamic scholarly methodology. This study aims to analyze the contextualization of hadith in the practice of publishing on social media and to formulate ethical guidelines for social media engagement based on hadith perspectives. The research employs a qualitative approach through library research, drawing upon classical hadith collections, scholarly works, and relevant academic literature. Data analysis is conducted descriptively and analytically, incorporating Qur’anic evidence, hadith studies, and the process of takhrij to ensure the validity of the narrations examined. The findings indicate that publishing hadith on social media requires a high level of caution through the application of the principle of tabayyun, namely verifying both the chain of transmission (sanad) and textual content (matan) before dissemination. Moreover, presenting hadith in digital visual formats may reduce or alter its meaning if not accompanied by adequate historical and contextual explanation. Therefore, digital da'wah ethics must be upheld through sincere intention, respectful language, and moral responsibility to prevent misinformation, provocation, and the commercialization of religion.</em></p>Lailatul AsuroEndah Tri WisudaningsihRobbby Zidni Ilman ZF
Hak Cipta (c) 2026 Lailatul Asuro, Endah Tri Wisudaningsih, Robbby Zidni Ilman ZF
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-08-302025-08-3032142165Studi Hadits Tentang Perceraian Karena Bahaya Penyakit Menular Dalam Kasus HIV/AIDS
https://jurnal.mahadalygenggong.ac.id/index.php/jmag/article/view/54
<p><em>This study examines the phenomenon of divorce caused by infectious diseases from the perspective of the Prophet’s hadith, with particular attention to cases of HIV/AIDS that continue to increase in society. This issue is significant because it concerns the safety of spouses within marriage and how Islamic teachings provide solutions when potential harm arises in marital relationships. The purpose of this study is to explore the normative foundations found in the Prophet’s hadiths that allow divorce under certain circumstances to prevent greater harm. This research employs a descriptive qualitative method using a library research approach. Data were collected through the examination of relevant literature, including classical and contemporary hadith compilations, fiqh books, and other scholarly works related to divorce and infectious diseases. The analysis focuses on hadiths related to the prevention of harm in marital life, such as the narration concerning the Prophet’s divorce from a woman of Bani Ghifar and the hadith “lā ḍarar wa lā ḍirār” (there should be neither harm nor reciprocating harm), which serves as an important principle in Islamic law. The findings indicate that the Prophet’s hadiths provide a normative basis for preventing harm within marriage. In certain situations, divorce can be considered a legitimate solution when a marital relationship poses a significant threat to the safety of one of the spouses. Thus, the teachings of the Prophet not only emphasize the importance of maintaining marital harmony but also offer guidance when the protection of life and welfare becomes a primary consideration.</em></p>Kottrunnada SofiaAbu Yazid Adnan Quthny
Hak Cipta (c) 2026 Kottrunnada Sofia, Abu Yazid Adnan Quthny
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-08-302025-08-3032166202